Apa yang kurang dari Indonesia? Sehingga Negara yang dulu pernah amat berkuasa di jaman pemerintahan Kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada begitu terpuruk
Kurang kaya ? Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Hampir semua bahan tambang, meski tidak yang paling besar jumlahnya ada. Lihat aja data di Departemen Pertambangan. Indonesia ramah pada tumbuh-tumbuhan, segala macam jenis Kingdom Plantae mayoritas diterima hidup di bumi pertiwi makanya Indonesia disebut juga sumber plasma nutfah.
Kurang banyak penduduknya??? Klo memang kurang banyak penduduknya g usah ada program keluarga berencana kali ya...? xixixi.... Potensi penduduk dari sabang sampai merauke begitu melimpah... tapi seolah hanya menang banyak doank...
Kurang luas ??? Meski Negara kita berbentuk kepulauan dengan wilayah lautan yang luas, tapi wilayah daratan tak kalah luasnya. Nggak percaya? Bandingkan saja dengan Singapura, pasti semua orang sepakat bilang Indonesia luas. Tak hanya luas, Allah juga bermurah hati memberikan jenis tanah yang subur dan cocok ditanami apa saja. Tapi kok Indonesia susah swasembada pangan ya??
Kurang pintar ?? Nggak juga. Indonesia sering menang lomba Olimpiade Sains, sering pulang dengan mengantongi medali emas. Indonesia juga Berjaya dalam kompetisi membuat robot dalam skala Internasional. Baru-baru ini Indonesia berhasil menyisihkan Jepang yang terkenal dengan kecanggihan teknologinya dan menyabet gelar juara.
Kurang kreatif ????? Ah masa iya? Buktinya para elit kita jago mengakali UU yang dibuatnya sendiri untuk mengelak tuduhan terlibat KKN. Mereka juga pandai berakting, selebritis kita aja sampai kalah. Jajaran polisinya jago bikin scenario, layaknya sebuah film action buatan Hollywood sehingga sukar dibeberkan kejahatannya kalo salah satu dari mereka tidak bernyanyi. Senimannya rajin menelorkan hasil karya berbau porno dan kekerasan. Kalangan menengahnya kreatif membuat sampingan untuk menumpuk harta makanya banyak markus bergentayangan. Kalangan kelas bawahnya juga tak kalah kreatif. Mereka belajar mengorganisir kejahatan mereka hingga polisi sulit menguaknya. Dari mana mereka belajar? Dari tayangan di TV dan penjara, eh salah sekolah kejahatan. Lengkap deh.
Jadi kurang apa??????
Kurang iman? Sudah pasti. Sekarang orang sudah tak malu lagi bermaksiat, buka-bukaan di depan umum bahkan dilakukan berjamaah.
Kurang gagasan solutif?? Banyak orang menuntut ini itu, ide ini cacat, hukum ini zalim, tapi jarang dijumpai para penuntut itu memberikan solusi, alternatif untuk mengganti UU, system dan ide yang cacat itu. Semua berakhir hanya pada tuntutan.
Kurang identitas?? Di bawah kekuasaan Neoliberal, jangankan identitas Muslim pada mayoritas penduduknya, identitas sebagai bangsa Indonesia pun memudar layaknya baju yang sudah dicuci jutaan kali. Rakyat kita dari elitnya, remajanya, orang tuanya dan anak-anaknya sibuk mengcopy paste budaya asing yang belum tentu sesuai dengan budaya kita.
Kurang gaul?? Indonesia seperti bayi dalam pergaulan internasional sehingga sering kali posisi tawarnya tidak ada. Buktinya Menteri Perdagangan kita gagal melakukan negoisasi seputar ACFTA yang mengancam perekonomial kita. Mungkin karena kita bersikap naïf, kurang waspada dan tidak punya rasa curiga pada maksud Negara lain sehingga sering kalah dalam diplomasi.
Kurang ideologis???? Penyakit parah Negara kita adalah tak adanya ideology yang jadi acuan. Negara ini bersikap ambigu. Aturan-aturannya dicomot dari Kapitalis, Sosialis, dan Islam sehingga bukannya maju tapi justru terombang-ambing dalam pertarungan ideology.
Kurang kaya ? Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Hampir semua bahan tambang, meski tidak yang paling besar jumlahnya ada. Lihat aja data di Departemen Pertambangan. Indonesia ramah pada tumbuh-tumbuhan, segala macam jenis Kingdom Plantae mayoritas diterima hidup di bumi pertiwi makanya Indonesia disebut juga sumber plasma nutfah.
Kurang banyak penduduknya??? Klo memang kurang banyak penduduknya g usah ada program keluarga berencana kali ya...? xixixi.... Potensi penduduk dari sabang sampai merauke begitu melimpah... tapi seolah hanya menang banyak doank...
Kurang luas ??? Meski Negara kita berbentuk kepulauan dengan wilayah lautan yang luas, tapi wilayah daratan tak kalah luasnya. Nggak percaya? Bandingkan saja dengan Singapura, pasti semua orang sepakat bilang Indonesia luas. Tak hanya luas, Allah juga bermurah hati memberikan jenis tanah yang subur dan cocok ditanami apa saja. Tapi kok Indonesia susah swasembada pangan ya??
Kurang pintar ?? Nggak juga. Indonesia sering menang lomba Olimpiade Sains, sering pulang dengan mengantongi medali emas. Indonesia juga Berjaya dalam kompetisi membuat robot dalam skala Internasional. Baru-baru ini Indonesia berhasil menyisihkan Jepang yang terkenal dengan kecanggihan teknologinya dan menyabet gelar juara.
Kurang kreatif ????? Ah masa iya? Buktinya para elit kita jago mengakali UU yang dibuatnya sendiri untuk mengelak tuduhan terlibat KKN. Mereka juga pandai berakting, selebritis kita aja sampai kalah. Jajaran polisinya jago bikin scenario, layaknya sebuah film action buatan Hollywood sehingga sukar dibeberkan kejahatannya kalo salah satu dari mereka tidak bernyanyi. Senimannya rajin menelorkan hasil karya berbau porno dan kekerasan. Kalangan menengahnya kreatif membuat sampingan untuk menumpuk harta makanya banyak markus bergentayangan. Kalangan kelas bawahnya juga tak kalah kreatif. Mereka belajar mengorganisir kejahatan mereka hingga polisi sulit menguaknya. Dari mana mereka belajar? Dari tayangan di TV dan penjara, eh salah sekolah kejahatan. Lengkap deh.
Jadi kurang apa??????
Kurang iman? Sudah pasti. Sekarang orang sudah tak malu lagi bermaksiat, buka-bukaan di depan umum bahkan dilakukan berjamaah.
Kurang gagasan solutif?? Banyak orang menuntut ini itu, ide ini cacat, hukum ini zalim, tapi jarang dijumpai para penuntut itu memberikan solusi, alternatif untuk mengganti UU, system dan ide yang cacat itu. Semua berakhir hanya pada tuntutan.
Kurang identitas?? Di bawah kekuasaan Neoliberal, jangankan identitas Muslim pada mayoritas penduduknya, identitas sebagai bangsa Indonesia pun memudar layaknya baju yang sudah dicuci jutaan kali. Rakyat kita dari elitnya, remajanya, orang tuanya dan anak-anaknya sibuk mengcopy paste budaya asing yang belum tentu sesuai dengan budaya kita.
Kurang gaul?? Indonesia seperti bayi dalam pergaulan internasional sehingga sering kali posisi tawarnya tidak ada. Buktinya Menteri Perdagangan kita gagal melakukan negoisasi seputar ACFTA yang mengancam perekonomial kita. Mungkin karena kita bersikap naïf, kurang waspada dan tidak punya rasa curiga pada maksud Negara lain sehingga sering kalah dalam diplomasi.
Kurang ideologis???? Penyakit parah Negara kita adalah tak adanya ideology yang jadi acuan. Negara ini bersikap ambigu. Aturan-aturannya dicomot dari Kapitalis, Sosialis, dan Islam sehingga bukannya maju tapi justru terombang-ambing dalam pertarungan ideology.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



Post a Comment